Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian Klaten Perketat Lalu Lintas Hewan Ternak

pasar hewan Prambanan kabupaten Klaten

carakanews.com/Klaten- Untuk mengantisipasi masuknya hewan qurban yang terindikasi penyakit antraks, Dinas Pertanian Kabupaten Klaten terus mempererat pengawasan lalu lintas ternak di wilayah perbatasan. Seperti pasar hewan Jatinom yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Boyolali serta Pasar Hewan Prambanan yang berbatasan langsung dengan propinsi DIY.

Terkait sapi sampah atau sapi yang dipelihara di TPA masuk di Klaten, Kepala Dinas pertanian Kabupaten Klaten, Wahyu Prasetyo menghimbau masyarakat untuk memilih hewan qurban yang sehat. Tentunya dengan berdasarkan surat keterangan sehat dari dokter hewan atau petugas kesehatan setempat. Hal ini lantaran secara fisik sapi sampah dan sapii yang dipelihara petani atau peternak tidak bisa dibedakan secara fisik.

“Oleh karena itu pengawasan hewan qurban akan dilakukan hingga hari H penyembelihan hewan. Apabila ada temuan penyakit atau cacing hati segera dapat diantisipasi petugas agar jangan sampai dikonsumsi masyarakat,” jelas Wahyu Prasetyo, Jum’at (25/8/2017)

Sementara itu terkait peningkatan harga dalam sepekan jelang Idul Adha, PLH Lurah Pasar Prambanan, Warsito, menjelaskan untuk harga sapi naik antara 2 sampai 2,5 juta sedangkan harga kambing naik antara 100 sampai 200 ribu.

“Terjadi lonjakan permintaan hewan qurban di Pasar hewan Prambanan, untuk sapi harga antara 17 hingga 20 juta, bahkan juga dijual sapi raksasa seharga 55 juta per ekor,” ujar Warsito.

Untuk mengantisipasi masuknya hewan ternak yang sakit, Warsito mengaku pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan yang disiagakan.

telah dibaca: 1235 kali

Bagikan di:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *