Terkait Tol, Bupati Klaten Tak Ingin Wilayahnya Hanya Jadi Daerah Lintasan

Bupati Klaten Sri Mulyani (Foto Istimewa/Andy Agata)

carakanews.com/Klaten-  Tidak bisa dihindari, Kabupaten Klaten akan terkena dampak pembangunan Tol Jogja-Solo yang rencananya akan dilaksanakan tahun 2020 mendatang. Setidaknya Ada  38 Desa dan 7 Kecamatan di Kabupaten Klaten dengan luasan 300 hektar akan menjadi jalan berbayar. Panjang jalan sekitar 98 Km membentang dari Kecamatan Polanharjo sampai Kecamatan Prambanan.

Terkait hal itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mengaku mendukung program strategis nasional tersebut. Ia bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten juga sudah mendengarkan pemaparan dari pelaksana kegiatan pada hari Selasa, (29/01/2019) lalu.

” Ini adalah program strategis nasional, saya sebagai Bupati tetap mendukung, walaupun berat,” ujar Sri Mulyani kepada awak media, Jum’at (01/02/2019) pagi.

Meski ada pro dan kontra di masyarakat, Sri Mulyani berharap program pemerintah pusat tersebut bisa berjalan lancar. Pemkab Klaten juga mengupayakan agar Klaten tidak hanya menjadi daerah lintasan, tetapi juga bisa mengambil berkah. Karena itu Pemkab Klaten akan terlibat 50 % dalam rest area pada exit tol yang kemungkinan berada di Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen. Di situ akan ditampung dan dipasarkan produk UMKM dan kuliner khas Klaten.

“Adanya tol jangan sampai menyebabkan dampak buruk untuk perekonomian masyarakat Klaten. Kami juga akan memperjuangkan supaya tanah milik masyarakat yang akan dijadikan jalan tol bisa dibeli sesuai NJOP,” pungkas Sri Mulyani.

telah dibaca: 2057 kali

Bagikan di:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *