Desa Nganjat Dirikan Akuarium Raksasa

Aquarium raksasa Desa Nganjat

carakanews.com/Klaten- Pemerintah Desa Nganjat, Kecamatan Polanharjo, mulai menyiapkan pembangunan akuarium berukuran raksasa dan kolam renang. Pembangunan tersebut dilakukan menyusul selama ini desa yang masuk kawasan perikanan ini merupakan penghasil ikan nila merah.

Kepala Desa Nganjat, Pandu Sujatmoko mengatakan pengembangan potensi desa itu bagian dari program wisata air terpadu. Sebab selama ini Kecamatan Polanharjo merupakan wilayah yang banyak memiliki sumber mata air, ditambah wilayah ini masuk dalam kawasan minapolitan atau konsep perikanan.

“Jadi kawasan wisata air terpadu sudah kita lakukan pembangunan secara bertahap selama tiga tahun. Untuk tahapan saat ini kita masih mencari sumber mata air terlebih dahulu, kata dia, Kamis (09/05/2019).

Lebih lanjut dikatakan, total anggaran yang dibutuhkan dalam pengembangan ini sekitar Rp 1 miliar. Adapun potensi yang diangkat adalah memamerkan ikan air tawar dalam bentuk akuarium,  dan dilengkapi kolam standar nasional dengan ukuran 60 x 25 meter serta memiliki kedalaman lebih dari 2 meter.

Nantinya sumber air untuk menopang wisata terpadu itu berasal dari limpasan Umbul Ponggok. Air yang keluar dari Umbul Ponggok akan disambung menggunakan pipa sepanjang  410 meter agar dapat menyalurkan air ke kolam renang. Ditargetkan, pemasangan pipa itu selesai tahun ini.

“Kita tidak memanfaatkan air Umbul Ponggok dari sumbernya tetapi hanya limpasannya saja. Dan rencananya kita target bisa dipasang pipa pada tahun 2019 ini agar bisa segera terisi air,” imbuhnya.

Diharapkan, kehadiran kawasan wisata air terpadu ini dapat mendongkrak perolehan Pendapatan Asli Desa (PAD). Sebab pada tahun lalu, PAD Nganjat hanya memperoleh sekitar Rp 52 juta. Selain itu, obyek wisata ini juga dapat meningkatkan penghasilan masyarakat desa setempat.

“Kawasan wisata air terpadu ini dibangun di lahan tanah kas desa seluas 8.000 meter. Sehingga bisa menjadi penambah penghasilan warga juga, bisa berjualan dan lainnya,” pungkas dia.

telah dibaca: 2006 kali

Bagikan di:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *