Melek Teknologi, Desa Bakung Buat Peta Digital Desa

Kepala Desa Bakung Sugiyo saat memantau pemetaan bidang tanah menggunakan drone di desanyacarakanews.com/Klaten – Adanya beberapa permasalahan sengketa tanah yang terjadi, membuat Pemerintah Desa Bakung, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten sedikit repot. Tak hayal hal itu membuat Kepala Desa ataupun perangkat desa sering wira-wiri guna dimintai keterangan oleh penegak hukum.

” Dengan adanya kemarin banyak permasalahan sengketa tanah itu menjadikan kita piye carane supaya administrasi tentang tanah itu tertata. Istilahnya, perangkat desa sekarang yang mengerti tentang tata kepemilikan tanah itu sudah banyak yang sepuh. Tanpa memiliki data yang valid, perangkat desa yang baru akan bingung manakala perangkat desa yang sepuh sudah pada pensiun. Apalagi kalau tidak tau tentang tanah di desa,” ujar Hesti Setyowati, Sekretaris Desa Bakung.

Akhirnya dengan menggandeng Informa Studios, Pemerintah Desa Bakung mulai proses pembuatan Peta Digital Desa. Bahkan di hari libur kerja, Kepala Desa dan semua perangkat aktif mendampingi tim dari Informa Studios saat melakukan pendataan dan pemetaan. Baik di kantor desa maupun berjalan mengintari luasan desa guna mendapatkan data yang akurat.

“Meski tak mudah, paling tidak kita mulai dari sekarang, supaya kemudian hari akan lebih mudah. Saya ingin memberikan tinggalan yang baik dan bermanfaat untuk desa dan masyarakat. Kita juga harus mengikuti perkembangan teknologi yang ada,” ungkap Kepala Desa Bakung, Sugiyo.

Sementara itu, Irfan Yudistira, CEO Informa Studios menjelaskan, Peta Digital sangat cocok untuk melengkapi aplikasi Dilan yang segera akan diluncurkan Diskominfo Klaten karena akan mengintegrasikan data kependudukan yang berbasis Nomor KK dan NIK dengan data geospasial (peta digital berbasis bidang tanah).

Pemanfaatan Peta Digital Desa bisa juga digunakan untuk perencanaan pembangunan, pengambilan keputusan serta penentuan kebijakan desa yang merupakan wujud nyata Nawacita ketiga Presiden Republik Indonesia yaitu: Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

“ Dengan terbangunnya basis data peta digital berbasis bidang tanah akan mendukung terwujudnya analisis-analisis berbasis keruangan. Bukan hanya batas desa, batas rw dan batas rt saja. Tetapi batas antar bidang dan informasi tentang tanah (kepemilikan, zonasi dan peruntukan) juga bisa terlihat sehingga bisa meminimalisir konflik atau sengketa tanah. Dan untuk membangun data ini juga diperlukan peran aktif masyarakat, terutama saat validasi data,” jelas Irfan.

telah dibaca: 4209 kali

Bagikan di:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *