Kades Gedaren Akhirnya Ditetapkan Jadi Tersangka APBDes

Kasie Pidsus Kejaksaan Negeri Klaten, Ginanjar Damar Pamenang.

carakanews.com/Klaten- Kejaksaan Negeri Klaten hari ini Rabu, (30/10/2019) akhirnya menetapkan Sri Waluyo sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) penggunaan APBdes. Kepala desa Gedaren, kecamatan Jatinom, kabupaten Klaten tersebut ditetapkan menjadi tersangka karena dianggap ikut bertanggung jawab atas posisinya selaku pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa terkait penggunaan APBDes Gedaren.

Selain Sri Waluyo, Kejaksaan Negeri Klaten juga menetapkan Sukarno, Kades Sidowarno, Kecamatan Wonosari, kabupaten Klaten sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Kepala Kejaksaan Negeri Klaten, Fery Mupahir, mengatakan, penyidik telah mempunyai minimal 2 alat bukti untuk menetapkan kedua Kades tersebut sebagai tersangka.

” Kami sudah menetapkan kedua Kades tersebut sebagai tersangka dengan minimal alat bukti yang kita dapat. Untuk Kades Gedaren, kisaran nilai kerugian negara atas perbuatannya tersebut masih dihitung belum pasti, tapi diatas Rp. 200 juta lebih,” ujar Kajari Klaten kepada awak media.

Sedangkan Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Klaten, Ginanjar menambahkan, setelah penyidik Kejaksaan Negeri Klaten melakukan gelar perkara, kemudian menetapkan tersangka penyalahgunaan APBDesa.Untuk
Sukarno, Kades Sidowarno, Kecamatan Wonosari periode 2013 -2019, terkait beberapa kegiatan infrastruktur di desa sidowarno.

“Tersangka Sukarno ini kita sangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) jo ayat 3 UU tipikor,” ucap Ginanjar.

Sedangkan Sri Waluya, Kades Gedaren, Kecamatan Jatinom, periode 2013 -2019, Ditetapkan menjadi tersangka karena dianggap ikut bertanggung jawab, karena posisinya selaku pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa terkait penggunaan APBDes Gedaren.

“Sri Waluyo yang kembali terpilih dalam Pilkades serentak tahap III kemarin, Disangka melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 3 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Untuk Gedaren akan ada lagi pihak yang akan kami mintakan pertanggungjawaban,” pungkasnya.

telah dibaca: 1013 kali

Bagikan di:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *