Bupati Klaten Serahkan 25 Milyar Untuk RTLH

Simbolik, Bupati Klaten menyerahkan bantuan untuk rehab RTLH di Klaten kepada Camat Bayat, Edi Purnomo

carakanews.com/Klaten- Sebanyak 2500 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Klaten akan mendapatkan dana bantuan untuk rehab masing-msing sebesar Rp 10 juta. Total anggaran sebesar Rp25 miliar diserahkan Bupati Klaten, Sri Mulyani pada acara sosialisasi bantuan keuangan kepada pemerintah desa untuk rehab RTLH yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Klaten 2019 di Gedung Sunan Pandanaran RSPD Klaten, Senin (04/11/2019) pagi.

Dalam sambutannya, Bupati Klaten mengatakan, selain berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian, rumah juga berfungsi sebagai pusat pendidikan keluarga. Karena rumah merupakan suatu yang harus dimiliki oleh setiap masyarakat, maka tugas dan tanggungjawab pemerintah untuk memberikan bimbingan, bantuan dan kemudahan untuk meningkatkan kualitas rumah warga Klaten.

“Pemkab Klaten mempunyai komitmen untuk menyediakan rumah yang layak bagi masyarakat, karena masih adanya masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni. Penanganan RTLH diantara dari Pemerintah Pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemdes Rehab RTLH dan beberapa pihak melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jateng, bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan lain-lain,” jelas BUpati Klaten, Sri Mulyani dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, alokasi APBD Klaten dalam tiga tahun terakhir untuk rehab RTLH pada tahun 2017 Rp16 miliar untuk 1600 unit rumah, tahun 2018 Rp25 miliar untuk 2500 unit rumah dan tahun 2019 ini juga Rp25 miliar untuk 2500 unit rumah. Dana tersebut merupakan anggaran terbesar kabupaten/kota se Jawa Tengah untuk kegiatan rehab RTLH yang bersumber dari APBD kabupaten/kota.

“Kami berharap keseriusan Pemkab Klaten bisa menjadi stimulan untuk semua pihak terutama masyarakat sendiri untuk mampu berdaya mewujudkan rumah yang layak huni. Sehingga dalam beberapa tahun ke depan, Kabupaten Klaten sudah bisa terbebas dari RTLH, sehingga sektor perumahan dan kawasan permukiman dapat tertangani secara baik bersama sektor lain baik sosial ekonomi, kesehatan dan pendidikan dan sektor lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperwaskim) Kabupaten Klaten, Pramana Agus Wijanarka dalam laporannya mengatakan, di Kabupaten Klaten jumlah RTLH masih cukup banyak. Sesuai data dari Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) tahun 2015 yang dikeluarkan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), saat ini jumlah RTLH di Klaten masih sekitar 20 ribu.

“Pada tahun 2019 dan 2020 Pemkab Klaten melalui Disperwaskim Klaten melakukan pendataan mandiri untuk mendapatkan database RTLH yang lebih akurat,” jelas Pramana.

Selain dihadiri Bupati, Asisten I Sekda Klaten dr Rony Roekmito MKes dan Plt Asisten II Sekda Klaten Drs H Bambang Sigit Sinugroho MM, Sosialisasi bantuan keuangan kepada pemerintah desa untuk rehab RTLH juga dihadiri seluruh Camat dan Kepala Desa se-kabupaten Klaten serta ratusan tenaga pendamping RTLH.

Penyerahan simbolis kepada lima camat mewakili eks pembantu bupati masing-masing Camat Klaten Tengah Widayatna SE MSi sebanyak 409 unit, Camat Prambanan Drs Suhardi MM 487 unit, Camat Jatinom Anang Widjatmoko SH MM 422 unit, Camat Wonosari H Mochamad Nurrosyid , SIP 454 unit dan Camat Bayat Edy Purnomo SE sebanyak 668 unit.

telah dibaca: 38 kali

Bagikan di:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *