Siap Percepat Penerapan Sidang Elektronik, Pegawai Pengadilan Klaten Ikuti Bimtek E-Court

Ketua Pengadilan Negeri Klaten, Albertus Usada memantau langsung kegiatan Bimtek

carakanews.com/Klaten- Respon cepat terhadap kebijakan Mahkamah Agung (MA) dalam penanganan perkara secara elektronik melalui layanan (e-court), seluruh satuan kerja di Pengadilan Negeri Klaten yang terdiri dari segenap hakim, panitera pengganti, juru sita pengganti mengikuti Bimbingan Teknis (Bintek), Jum’at(08/11/2019) pagi.

Ketua Pengadilan Negeri Klaten, Albertus Usada menyatakan, kegiatan ini merupakan implementasi dari kebijakan MA yang tertuang dalam Peraturan MA No. 3 Tahun 2018 tentang Pedoman Administrasi Perkara di Pengadilan Secara Elektronik tertanggal 29 Maret 2018 dan digantikan dengan Peraturan Makamah Agung Nomor 1 Tahun 2019 yang diluncurkan bersamaan dengan launching e-litigasi pada Agustus 2019 lalu.

“Tujuannya memberikan pemahaman kepada seluruh unit kerja tentang teknis penerapan e-court dan e-litigasi di Pengadilan Negeri Klaten, sehingga jika dimungkinkan penerapannya akan dipercepat akhir tahun ini dapat dimulai,” jelasnya..

Lebih lanjut Albertus mengungkapkan, E-court ini terdiri dari beberapa komponen aplikasi seperti e-regristasi atau e-filing, terkait dengan pembayaran mellaui non tunai, virtual account, melalui regristasi e-payment, setelah diferivikasi dan diakui kemudian muncul nomor register perkara.

“Dengan adanya e-court ini untuk memperlancar proses administrasi dan pelayanan peradilan bagi pencari keadilan. Sebab, selama ini untuk mendaftarkan perkara setiap pemohon/penggugat atau diwakili advokat harus datang ke pengadilan”,ucapnya.

Dalam bimtek tersebut, Pengadilan Negeri Klaten menghadirkan Puji Wiyono, sebagai TIM IT. Bimtek diawali dengan membuka sistem e-court yang bisa diakses melalui situs resmi ecourt.makamahagung.go.id.

“Melalui situs ini sekarang baik pengguna dari Pengadilan baik penggugat maupun tergugat ataupun intervensi sekarang bisa membuka situs tersebut”,kata Puji Wiyono.

Dia menjelaskan Mellaui e-court ini sekarang advokat maupun non advokat dapat mendaftarkan perkaranya di e-court ini, sedang perbedaannya adalah untuk advokat waktu mendaftar harus tervalidasi oleh pengadilan tingkat banding dimana dia disumpah.

“Untuk pengguna lain ketika mau mendaftar perkara secara elektronik, dia harus datang ke Pengadilan setempat untuk didaftarkan akunnya dan divalidasi oleh Pengadilan”,jelasnya.

Douglas Napitupulu, salah satu hakim di Pengadilan Klaten yang mengikuti bimbingan teknis tersebut mengaku dengan adanya bimtek ini sangat membantu tugas sebagai hakim di PN Klaten.

“Karena baru tahap awal mengikuti jadi harus aktif mengikuti terlebih dahulu, belum ditemukan kendala,” terangnya.

telah dibaca: 809 kali

Bagikan di:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *