Pupuk Rasa Saling Memiliki, Bappeda Klaten Akan Panggil Pelaku Usaha

Kepala Bappeda Kabupaten Klaten, Sunarno, SH

carakanews.com/Klaten- Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Klaten, Sunarno, SH mengajak para pelaku usaha yang ada di Kabupaten Klaten  turut berkontribusi dan peduli terhadap permasalahan-permasalahan yang ada daerah. Untuk itu, rencananya pekan depan pihaknya akan memanggil para pelaku usaha yang beroperasi di kabupaten Klaten untuk duduk bareng dan rembugan.

“Pelaku usaha kita minta kerjasamanya. Nek usaha ning kene, hidup nyaman, sudah dikasih ijin untuk berusaha, ya mari peduli terhadap permasalahan yang ada. Di sini masih ada masalah kemiskinan, kesehatan, infrastrukturdll. Silahkan ambil bagian apa, silahkan mendaftar. Misal akan ambil bagian masalah kemiskinan dengan membuat pelatihan-pelatihan, misal ambil bagian masalah kesehatan dengan memberikanpenyuluhan kesehatan atau memberi ambulan untuk wilayah satu kecamatan misalnya dan lain sebagainya,” ungkap Sunarno saat di temui di kantornya, Jum’at (31/01/2020) siang.

Lebih lanjut Sunarno menyampaikan bahwa Kabupaten Klaten  sangat terbuka terhadap segala bentuk investasi sepanjang tetap taat asas dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia juga berharap dunia usaha dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja. Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah,  Ia menginginkan hal ini dapat berdampak langsung kepada masyarakat salah satunya melalui kepedulian sosial, seperti program Corporate Social Responsibility (CSR), modal usaha mikro, kecil & menengah (UMKM), serta perhatian kesehatan masyarakat. Hal ini tak lain untuk mendukung pemerintahan yang merakyat .

Ojo mung kabeh APBD, APBD yo jebol. Isih akeh anggaran sing kudune tak gawe mbagun dalan, mbangun gedung, meningkatkan pelayanan publik dll. Berapapun besarannya, paling tidak kepedulian itu tetap ada. Sesuai kemampuane lan seikhlase. Intinya mari menjaga dan merasa saling memiliki,” tambahnya.

Sebagai mana seperti yang sudah tertuang pada regulasi, setiap bentuk perusahaan mempunyai tanggungjawab untuk mengembangkan lingkungan sekitarnya melalui program-program social seperti program pendidikan dan lingkungan dan lain sebagainya. Yang demikian itu disebut corporate social responsiblity (CSR). Program CSR sudah mulai bermunculan di Indonesia seiring telah disahkannya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.

telah dibaca: 323 kali

Bagikan di:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *