Baru Seminggu Menjabat, AKBP Edy Suranta Berhasil Amankan Upal Ratusan Juta

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu menunjukkan barang bukti uang palsu saat konferensi pers di Mapolres Klaten, Senin (29/06/2020)

carakanews.com/Klaten- Belum lama setelah memegang tonggak kepemimpinan di Polres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu dan anggota berhasil mengamankan 3 terduga pembuat dan pengedar uang palsu (Upal). Ketiga pelaku yang ditangkap yakni, NK (45) asal Kabupaten Pandeglang, TH (52) asal Jambi, dan AH (50) warga Kabupaten Sukabumi.

Selain itu, petugas juga mengamankan Rupiah palsu pecahan Rp. 100.000,- sebanyak 375 lembar, 271 lembar kertas yang sudah dicetak dengan rupiah pecahan palsu Rp. 50.000,- yang belum dipotong, (berisi lima puluhan ribu dikali empat = 1084 lembar rupiah palsu, 224 lembar kertas yang sudah dicetak dengan rupiah pecahan palsu Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) yang belum dipotong, (berisi seratusa ribu dikali enam = 1344 lembar rupiah palsu), 1 (satu) buah lap top merk assus, 2 (dua) buah printer merk eppson, 2 (dua) hair dryer, Seperangkat alat sablon, 1 (satu) dos kertas putih polos, 1 (satu) mesin penghitung uang merk TORI, 2 (dua) buah pisau cuter, 3 (tiga) buah penggaris sepanjang 30 Cm, 2 (dua) buah cat semprot merk pylox, 4 (empat) lembar plastik cetakan, 3 (tiga) buah lampu neon, 1 (satu) lembar alumunium foil warna ungu yang digunakan untuk membuat benang uang kertas, 1 (satu) buah amplop warna coklat, 1 (satu) doos berisi 500 lembar kertas putih belum dipasang benang  bahan untuk membuat uang palsu, 1 (satu) Doos berisi 350 lembar kertas putih bahan untuk membuat uang rupiah palsu, 1 (satu) unit Spm Honda Beat warna putih No.Pol: H-3929-BAE tahun 2018, No.Ka: MH1JFZ214JK251438, No.Sin: JFZ2E1253522, 4 (empat) botol lem semprot merk Super 77, 4 (empat) buah stabilo, 1 (satu) buah toples dengan tutup warna pink didalamnya ada campuran isi stabilo dan ekstender yang digunakan untuk pospor uang rupiah palsu, 2 (dua)  batang kayu yang di beri tali kawat untuk menjemur uang rupiah palsu.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Klaten, Senin, (29/06/2020) siang, Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan, pengungkapan kasus peredaran uang palsu bermula dari adanya laporan masyarakat. Polisi kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dan menangkap NK di wilayah Gedaren, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten pada Kamis (25/6/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.

“Dari penangkapan NK, petugas mengamankan barang bukti uang palsu pecahan Rp 100.000 sebanyak 179 lembar, dan Rp 50.000 sebanyak 1.522 lembar. Petugas kemudian melakukan pengembangan kasus dan menangkap dua tersangka lain, yaitu TH dan AH di rumah kontrakannya di wilayah Salatiga,” jelas AKBP Edy Edy dalam konfrensi pers.

Lebih jauh, AKBP Edy menjelaskan, dalam transaksi jual beli upal, setiap pembelian Rp 1 juta uang asli, masyarakat akan mendapat uang palsu sebesar Rp 3 juta rupiah.

Tersangka pengedar uang palsu dijerat Pasal 36 ayat (1), (2) juncto pasal 26 ayat (2) UU RI Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun.

telah dibaca: 509 kali

Bagikan di:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *