Merasa Dituduh Mengancam, Ini Kata Tim Hukum Dan Advokasi Ori

Tim Hukum Dan Advokasi Pasangan Ori

carakanews.com/Klaten- Tim Hukum dan Advokasi Paslon Bupati dan Wakil Bupati Klaten One Krisnata- Muhammad Fajri (Ori) mengaku keberatan jika dianggap melakukan ancaman terhadap Kepala Desa dan beberapa instansi lain. Untuk itu, akan ada tindakan tegas atas pernyataan tersebut.

Menurutnya, kedatangan tim ke lapangan hanya melakukan klarifikasi terhadap tindakan-tindakan tertentu yang dilakukan atas aduan dari masyarakat, salah satunya aduan terkait pemotongan bantuan sosial masyarakat.

“Apa bila ada pihak-pihak tertentu yang menganggap kami melakukan ancaman, maka kami tidak setuju atau keberatan atas anggapan tersebut. Tidak ada satu kata atau kalimatpun yang kami kemukakan untuk mengancam orang tertentu di lapangan. Pada prinsipnya bekerja di lapangan sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku” jelas Muhamad Gofur SH. MH, salah satu Tim Hukum dan Advokasi Paslon Ori, Kamis (12/11/2020) siang.

Ia menambahkan, kalau kata-kata ancaman saya pikir tidak ada sama sekali, apalagi profesi advocat di lapangan itu merupakan profesi yang sangat terhormat sekali yang memang profesi yang mendapatkan nilai responsif yang sangat baik dari masyarakat. saat inipun masyarakat sudah pintar – pintar, sehingga ketika mereka tahu ada perangkat desa yang ikut campur mereka langsung mengadukan dan ini merupakan sebuah partisipasi dari masyarakat yang luar biasa dan itu yang dianjurkan oleh pemerintah. 

“Masyarakat harus berperan aktif untuk bagaimana memberikan laporan apabila ada pihak-pihak yang diberikan tanggung jawab oleh undang – undang harus netral tapi tidak netral lagi maka masyarakat melaporkan,”imbuhnya.

Jika turunnya Tim Hukum dan Advokasi Paslon Ori ke lapangan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan justru dianggap sebagai ancaman saya pikir itu keliru. Bahwa ke datangan ke lapangan semata-mata untuk membela kepentingan hukum masyarakat apabila hak-haknya diintimidasi.

“Kami tekankan lagi, siapapun masyarakat di lapangan yang haknya dipreteli pihak manapun, kami tetap akan mengambil tindakan tertentu untuk menyelesaikan masalah yang ada. Baik melaporkan kepada pihak berwajib atau langsung kami turun menemui untuk melakukan penyelesaian secara kekeluargaan atau sesuai hukum yang berlaku. Untuk langkah selanjutnya kami tetap akan berdiri teguh untuk membela setiap kali laporan masyarakat terkait dengan pelanggaran tersebut akan kami proses hukum,” pungkasnya.

telah dibaca: 922 kali

Bagikan di:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.