Geger Dengan Pihak Sekolah,Sartono Lapor Ke Dinas Pendidikan

Carakanews.com -Klaten- Sartono, seorang wali murid SD Negeri 2 Bendo Pedan,  didampingi ketua umum Sanggar Kbangsaan mendatangai Dinas Pendidikan Klaten untuk mengadukan perlakuan yang tidak mengenakan yang diterimanya sewaktu menghadap ke SD Negeri 2 Bendo, Pedan.

Menurut Sartono, ia selaku wali murid merasa keberatan dengan adanya karya wisata yang akan dilakukan oleh pihak sekolahan karena tidak sesuai dengan himbauan Plt Kepala Dinas Pendidikan Klaten.

“Sesuai dengan surat himbauan Plt Kepala Dinas Pendidikan, untuk karya wisata dianjurkan tidak diluar kota, namun dapat dilakukan disekitaran Klaten saja”;ujar Sartono.

Atas dasar surat himbauan tersebut, Sartono mencoba komunikasi melalui Hand phone dengan wali kelas anaknya, oleh wali kelas diarahkan untuk datang langsung ke sekolahan dan menemui kepala sekolah.

Namun ketika dirinya datang ke sekolah,  untuk menyampaikan keberatannya, oleh kepala sekolah, Sartono mendapat perlakuan kurang mengenakan, dengan mengatakan bahwa Sartono itu bukan siapa-siapa yang tidak punya kewenangan menyampaikan keberatan.
“Saat menyampaikan keberatan itu, kepala sekolah mengatakan, “Koe ki sopo?..LSM?? Kok kabotan  enek piknik”  Terang Sartono.

Selain itu, dirinya juga tertekan dan merasa terintimidasi dengan adanya orang yang mencarinya ke tempat kerjanya, setelah dirinya beradu argumen denga Kepala Sekolah SD Negeri 2 Bendo, Pedan.

” Mungkin tidak ada hubungan dengan masalah itu, tapi sebelum kejadian tersebut saya tidak merasa mempunyai permasalahan dengan orang lain” jelas Sartono.

Atas perlakuan dan kejadian tersebut Sartono berinisiatif mengadukan hal tersebut ke Dinas Pendidikan dan meminta kepala Dinas untuk memberikan sanksi terhadap ataupun teguran terhadap kepala sekolah SD Negeri 2 Bendo.

Disaat yang sama, Sunarwan Ketua Umum Sanggar Kebangsaan Klaten yang mendampingi Sartono menghadap Plt Kepala Dinas, menyampaikan agar Dinas Pendidikan mengambil tindakan atas perlakuan yang diterima oleh Sartono oleh pihak sekolah.

“Kami melihat adanya pelanggaran kode etik, karena selaku ASN seharusnya mereka tidak melakukan hal tersebut” ujar Sunarwan.

Selain itu, pihak sekolah harusnya mengikuti himbauan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan terkait Karya Wisata, atas dasar banyaknya aduan mengenai pelanggaran karya wisata, Sanggar Kebangsaan segera akan mengambil sikap dalam waktu dekat.

” Kita semua sudah tahu adanya himbauan dari Dinas Pendidikan, oleh karena itu kami dari Sanggar Kebangsaan menghimbau agar sekolah melaksanakan surat himbauan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan” ujar Sunarwan.(HIl)

telah dibaca: 400 kali

Bagikan di:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.