Terima Aduan Sartono, Ini Yang Disampaikan PLT Disdik Klaten

Carakanews.com – Klaten – Perlakuan tidak menyenangkan dan pelecehan yang dilakukan oleh guru dan kepala sekolah SD Negeri 2 Bendo, Pedan terhadap Sartono, salah seorang wali murid akhirnya diadukan ke Dinas Pendidikan.

Sartono menghadap PLT Kepala Dinas Pendidikan didampingi Sunarwan, Ketua Sanggar Kebangsaan, kedatangan mereka diterima diruangan Kepala dinas dan ditemui oleh PLT kepala dinas Yunanta yang didampingi oleh Suratman,  laporan  tindakan kasar oleh oknum guru dan kepala sekolah tersebut dilengkapi rekaman vidio sebagai bukti.

“Perlakuan kasar itu paling parah dilakukan oleh oknum guru, seharusnya sebagai ASN tidak sepantasnya melakukan itu, oleh karena sudah diluar batas etika, maka kami adukan hal tersebut” ungkap Sunarwan.

Diwaktu yang sama, saat ditemui awak media, Yunanta, Plt Kepala Dinas Pendidikan Klaten membenarkan dan menerima aduan dari wali murid SD Negeri 2 Bendo, Pedan yang didampingi oleh Ketua Sanggar Kebangsaan Klaten. Senin (23/5).

Menanggapi adanya aduan tersebut, Yunanta selaku Plt Kepala Dinas Pendidikan akan meninjau dan mengkonfirmasi hal tersebut. Untuk itu dirinya perlu berkomunikasi dengan Kasi dan Korwil untuk memperoleh informasi yang sebenarnya dilapangan,  dan apabila ditemukan bukti dan fakta tentu akan ditindak lanjuti.

“Sepanjang pelaporan itu ada fakta dan bukti bisa ditindak lanjuti, tapi disini saya Plt,  itu terbatas sekali  kewenangan saya, dan tidak bisa  mengambil tindakan yang bersifat hukuman, semuanya akan kita koordinasikan dengan  Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM)” ujar Yunanto Plt Kepala Dinas Pendidikan Klaten.

Dengan begitu itu, jelas Yunanto, sebagai Plt ia hanya bisa melakukan pengumpulan data dan  menyampaikan hasilnya ke BKPSDM, selanjutnya apakah akan mendapat sanksi atau teguran itu menjadi ranah BKPSDM.

Menyinggung himbauan “Karya Wisata” yang ia keluarkan, Yunanto tetap berkomitmen dan tidak akan merubah himbauan tersebut, dan apabila ada yang melanggar tentu ada konsekwensu yang harus ditanggung oleh pihak yang melanggar.

“Saya tidak akan merubah himbauan saya, memang kalau semisal mereka ada yang melanggar ya tentu ada konsekwensinya” Tegas Yunanto.

Yunanto juga menambahkan, bahwa di Klaten banyak tempat untuk Karya Wisata yang bernuansa edukasi, selain itu keadaan dan kondisi saat ini belum perlu melakukan karya wisata diluar kota.

“Klaten banyak memiliki tempat wisata yang bernuansa edukasi, seperti di Prambanan, Moseum Gula, Dan Wisata air, sehingga belum perlu lakukan karya wisata keluar kota dengan situasi dan kondisi saat ini” pungkas Yunanto.(HIl)

telah dibaca: 352 kali

Bagikan di:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.